Menurutnya, perayaan natal kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana masyarakat diimbau untuk tidak saling berkunjung di antara keluarga dan handai taulan.
Tahun ini akibat pandemi, natal dirayakan dalam kewaspadaan covid, sehingga masyarakat diimbau untuk meminimalisir kontak dengan orang lain dan memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan ucapan selamat.
Khusus untuk pelaksanaan ibadah natal dan malam tahun baru, Herman Man berharap tiap gereja sudah menyusun rencana pelaksanaan ibadah sesuai protokol covid yang berlaku di rumah ibadah sehingga umat tetap dapat beribadah dengan khidmat, meskipun di tengah situasi eskalasi kasus positif yang kian bertambah di Kota Kupang.
Herman Man mengajak semua hadirin yang mengikuti perayaan natal tersebut untuk mempersiapkan hati termasuk memperhatikan sesama yang membutuhkan sebagai wujud kasih kepada Allah dan sesama sesuai hukum kasih Kristus.
Menurutnya, perayaan natal bersama yang dilaksanakan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah mewujudkan Kota Kupang yang inklusif.
“Kota Kupang termasuk dalam 9 kota sasaran proyek inklusif, mendorong agar program-program 5 tahun ke depan yang dibuat oleh pemerintah pusat dan pemerintah kota untuk membangun kota ramah disabilitas,” ungkap Herman Man.
Di akhir sambutannya, Herman Man meminta maaf apabila apa yang dilaksanakan belum memenuhi seluruh harapan masyarakat. Herman Man meminta agar masyarakat ikut mendukung, bahkan berpartisipasi dalam proses pembangunan serta mendoakan Kota Kupang agar tetap tenteram, aman, damai serta kondusif dan masyarakatnya maju dan sejahtera.







