Hal ini, menurutnya, menjadi sebuah keprihatinan karena bila mereka tidak disiapkan, cepat atau lambat orang Lembata akan menjadi asing di pulanya sendiri.
Karya dan Melayani
Pada pertemuan selama 2 jam itu, Robert Bala sebagai Ketua Yayasan mengawali dengan menggambarkan proses yang telah dilewati sejak pertengahan tahun 2021.
Menurutnya, sejak awal, semua akademisi asal Lembata diinventarisir dan dikontak untuk bisa memberikan kontribusi terhadap proses pendirian Perguruan Tinggi.
Meski tidak semua memiliki komitmen, tetapi bagi Bala, beberapa orang yang bersedia sungguh merupakan orang-orang yang berkomitmen dan bekerja tanpa pamrih hanya agar 2000 tamatan SMA/SMK di Lembata dapat melanjutkan pendidikan pada prodi yang disiapkan.
Terhadap pemaparan itu, Melki Laka Lena, pria kelahiran Kupang 10 Desember 1976 itu sangat mendukung.
Ia optimis bahwa melalui kehadiran perguruan tinggi, banyak generasi muda Lembata dapat dididik menjadi tenga profesional dan dapat menjadi pemimpin masa depan.
Selanjutnya menurut Melki Laka Lena, dari para profesional itu diharapkan terlahir pemimpin yang melayani dan berkorban.
Tentang pemimpin, Melki mengatakan, sebenarnya pemimpin yang diharapkan untuk masa depan adalah pemimpin yang melayani hal mana ditunjukkan dalam semangat membasuh kaki seperti yang dilakukan Yesus pada Kamis Putih. (den)







