“Kalau sudah dilatih selama dua minggu, maka tanggal 4 Agustus kita hadirkan lagi para kepala sekolah untuk melaporkan kesiapannya. Kalau sudah siap, maka kita putuskan. Jadi betul-betul selektif karena ini dalam upaya menyelamatkan anak-anak kita,” tegas SBS.
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, menegaskan, jajarannya akan mengawal betul pelaksanaan pelatihan selama dua pekan ini. Bersama jajaran TNI dan Satpol tentu memantau dan memberikan masukan soal teknis di lapangan agar anak-anak patuh dan taat pada protokoler kesehatan.
“Ini dipersiapkan secara matang dan bukan sekadar coba-coba. Kita persiapkan personil gabungan turun ke sekolah-sekolah. Para siswa harus taati protokol kesehatan karena ini sangat rawan. Kita harapkan jangan ada klaster baru di sekolah,” tegas Albert. (advertorial/abr)







