Cegah Stunting, Pemkot  Kupang Sosialisasi  Ketahanan Perempuan dan Keluarga

kota kupang stunting
Para pemateri pada Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga di Kelurahan TDM Kota Kupang, Rabu (22/5/2024). Drg. Widid Dyah RB Kleden (kanan)

Wiwid juga menjelaskan konsep ketahanan keluarga.  Ketahanan keluarga, jelasnya, terdiri dari ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial psikologi dan ketahanan sosial  budaya.

“Komponen ketahanan ekonomi  meliputi kepemilikan rumah,  besarnya penghasilan, tabungan,  keterjaminan asuransi kesehatan, kemampuan membayar listrik, keperluan pendidikan anak dan tidak adanya anak putus sekolah,” urainya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kepada para peserta yang hadir, Wiwid juga menguraikan stunting pada anak dan juga penyebabnya.

“Penyebab tidak langsung  terjadinya stunting  antara lain terkait dengan pola  asuh dalam keluarga, terutama  praktek  pemberian makan pada bayi dan balita,” sebutnya.

Menurutnya, praktek pemberian  gizi dalam keluarga terutama pada bayi, balita, ibu hamil, ibu melahirkan dan perempuan, bahkan seluruh anggota keluarga  sangat terkait  dengan kondisi  ketahanan ekonomi.

Selanjutnya, kata Wiwid, ketahanan ekonomi dalam keluarga  akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan  keluarga menyediakan menu makanan sehat.

“Penyediaan makanan sehat, terutama bagi bayi, balita dan ibu hamil yang dikenal dengan seribu hari  pertama kehidupan (HPK), sangat berpengaruh terhadap terjadinya stunting  dalam keluarga,” tegasnya.

Wiwid juga menyentil kuatnya budaya patriarki  yang ikut memberi andil bagi pemenuhan gizi pada anak. “Dalam budaya patriarki makanan yang mengandung protein tinggi  seperti daging, ikan, telur lebih diprioritaskan bagi kaum laki-laki daripada kaum perempuan, ibu hamil, ibu melahirkan, bahkan anak   perempuan,” katanya.  (den)

Pos terkait