“Saat itu saya janji berikan riyot mobil. Namun beliau menyampaikan bahwa sementara belum bisa berkendaraan karena sedang membuka klinik. Beliau minta kesempatan untuk ikut lelang. Misalnya nanti ada lelang ambulans di TTU, beliau ingin mengambil dua unit. Kalau saya bilang, silakan,” ungkapnya.
Bupati Falentinus menilai, langkah dr. Dery membuka klinik sekaligus berencana menambah armada ambulans merupakan wujud komitmen lanjutan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat TTU, meskipun tidak lagi berada di struktur manajemen RSUD Kefamenanu.
Di mata banyak pihak, dr. Dery dikenal sebagai sosok pemimpin yang visioner, tegas, dan inovatif. Ia dinilai berhasil membangun budaya kerja yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan pasien.
Tak heran jika masa kepemimpinan dr. Zakarias Dery Fernandez, M.Kes kerap disebut sebagai salah satu periode emas RSUD Kefamenanu, yang meninggalkan jejak kuat dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara. (Siu)







