“Jadi totalnya ada Rp 1 miliar,” ujar Melki Laka Lena disambut sorak riang para Claretian.
Melki Laka Lena berharap agar BLK yang dibangun itu tidak hanya diperuntukkan bagi para Claretian tetapi juga bisa mengikutsertakan masyarakat awam di sekitar seminari.
Pimpinan Seminari Claret, Pater Valens Agino, CMF sangat mengapresiasi perjuangan Melki Laka Lena sehingga BLK ini bisa hadir di kompleks Seminari Claret.
Pater Valens mengatakan, sudah sejak lama Seminari Claret mengimpikan kehadiran BLK.
“Pak Melki Laka Lena telah mewujudkan mimpi kami para misionaris Claretian. Sudah lama kami mengharapkan ada BLK seperti ini,” kata Pater Valens.
BLK di Sinode GMIT
Di hari yang sama, peletakan batu pertama pembangunan BLK multimedia juga dilakukan di kompleks Kantor Sinode GMIT. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie dan Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi.
“Sebagai Penjabat Wali Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada para wakil rakyat NTT dan atas komunikasi yang baik dengan Ketua Sinode sehingga BLK ini bisa dibangun di Sinode GMIT,” kata Penjabat Wali Kota, Linus Lusi, saat peletakan batu pertama pembangunan BLK di Sinode GMIT. (llt/den)







