Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML), kata Raymundus, adalah jenjang pendidikan tertinggi bagi Pembina Pramuka.
Raymundus mengungkapkan, ada beberapa pembaharuan yang menjadi alasan kursus ini dilakukan yakni pertama, mengingat ilmu pengetahuan, dan teknologi, struktur dan fungsi sosial budaya masyarakat senantiasa berubah, maka kadar kemahiran membina pramuka pun perlu berubah, meningkat dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
“Perubahan kurikulum ini sama sekali tidak mengubah prinsip dasar dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, tetapi justru memperkuat penghayatan nilai-nilai dan semakin mempertinggi tingkat kecakapan Pembina Pramuka dalam mengampu Pramuka Penggalang di satuannya. Pembaharuan kurikulum ini terutama terletak pada strategi penyampaian materi, dengan cara mengurangi porsi paparan ceramah tetapi memperbanyak praktek langsung, meningkatkan kreativitas, dan daya cipta pembina dalam mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan kecerdasan fisik/kinestetik,” ujarnya.
Pembaharuan kedua, adalah mengenai muatan kursus, yakni dengan mengurangi jam-jam teori namun menambah jam-jam praktek, memperluas pengetahuan dan cara mendidikkan keterampilan hidup di alam terbuka.
Pembaharuan ketiga, kata Raymundus, adalah adanya muatan komitmen pasca kursus yakni untuk tetap menjadi Pembina Pramuka yang aktif di gugus depan, dengan melakukan pengabdian yang terukur, dengan melakukan masa pengembangan yang disebut dengan Narakarya-II.







