
Setelah itu, jelas Mama Nana, tim kreatif dari Global TV meminta agar menyiapkan dua lagu untuk audisi yakni lagu Anak Mama dan satu lagu masing-masing solo dan juga ada beberapa wawancara.
“Setelah itu kami langsung siap dan audisi secara virtual. Tiga minggu kemudian kami dinyatakan lolos audisi dan diharuskan langsung berangkat ke Jakarta untuk ikut babak selanjutnya,” kenang Mama Nana.
“Kebetulan ada 7 episode dan kami dibagi masing-masing episode ada 4 pasang kontestan terdiri dari anak-mama, sehingga totalnya ada 28 pasang kontestan dari seluruh daerah di Indonesia. Ya, karena baru pertama tampil di panggung nasional secara live dengan juri-juri terkenal pasti gugup. Juga lagu yang dibawakan saat tampil pertama itu diberikan saat H-1. Coba bayangkan, waktu yang kami butuhkan untuk latihan mepet sekali,” kisahnya.
Mama Nana mengaku grogi dan gugup juga tampil di ajang bergengsi di Jakarta. Apalagi 28 kontestan lain itu sudah punya nama. Bahkan ada juga yang sudah punya album.
“Juga banyak dari mereka yang sudah dikenal oleh juri-juri. Namun kami tetap dengan semangat juang yang tinggi. Pada saat itu kami tidak pernah bermimpi untuk juara, kami hanya ingin tampil semampu dan sebisa kami, karena kepercayaan masyarakat NTT ada di pundak kami,” tutur Mama Nana.
Di babak final Mama Nana dan Juva membawakan dua lagu. Lagu pertama Jangan Ganggu ditentukan panitia. Satu lagi lagu dari Chrisye berjudul Untukku.
Menurut Mama Nana, sukses mereka juga terasa sangat spesial. “Ada drama sangat fatal sebelum final. Karena masa pandemi jadi tidak ada pesawat yang masuk di SBD, sehingga kami sampai di Jakarta itu sudah H-2 malam. Kami hanya 1 hari penuh latihan dengan semua kru untuk persiapan grand final. Seharusnya kami sudah gugur juga. Seharusnya kami hadir di Jakarta itu H-4 untuk persiapan final. Semua kontestan yang masuk final sudah persiapan matang, hanya kami saja yang latihan satu hari dan langsung tampil,” kenang Mama Nana.
“Waktu kami dapat stand applause dari 3 dewan juri, apalagi dari Bunda Maya, yang merupakan juri terkenal, sudah menjadi kebahagian terbesar mengingat perjalanan kami yang tidak mudah. Kami tidak membayangkan bisa mendapat juara 1 di ajang bergengsi tersebut, mengingat saingan kami adalah orang-orang Jakarta yang sudah punya nama dan juga sudah punya album. Jadi ya, itu ada persembahan kami kepada masyarakat NTT dan juga masyarakat Pulau Sumba,” paparnya.
Menyabet prestasi itu, Mama Nana punya pesan khusus untuk masyarakat NTT. “Untuk teman-teman, adik-adik dan semua yang punya kualitas di bidang tarik suara, harus mencoba, jangan takut dahulu sebelum tampil. Juga jangan pernah merasa karena kita di daerah pelosok atau di desa kita tidak bisa bersaing, tetapi mencoba dulu dengan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita. Mengekspresikan itu adalah hal yang luar biasa sehingga kita harus mencoba melakukan daripada tanpa melakukan dan memendam bakat yang ada,” pesannya.
MLLBeri Apresiasi
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (MLL), kaget ketika tahu Mama Nana dan Juva sudah mengharumkan nama NTT di ajang nasional tarik suara. MLL bertemu Mama Nana di Yogyakarta, Senin (27/12/2021), saat memimpin kunjungan kerja (Kunker) Komisi IX DPR RI ke Yogya.
Kepada media ini, Jumat (31/12/2021) petang, MLL mengatakan, “Kemarin beta pimpin kunker reses Komisi lX di Yogya ketemu Mama Nana yang diajak Kaka Ratu Wula dari Nasdem yang juga Komisi lX. Nana ternyata juara 1 lomba Sing Like Mama (Mama Anak) di Global TV. Dia pegawai di Pemda SBD. Ini sangat menginspirasi bagi masyarakat NTT,” kata Melki lewat chat whatshapnya.







