Melki Laka Lena, “Saya Kaget Angka Stunting di NTT Tinggi”

golkar ntt stunting
Emanuel Melkiades Laka Lena saat Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di GMIT Jemaat Kanaan Naimata, Kota Kupang, Kamis (9/5/2024)

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang,  drg. Fransisca J.H Ikasasi, menjelaskan, persolan stunting bukan tentang panjang atau tinggi badan, tapi tentang kualitas otak.

Untuk itu, Siska berharap agar memperhatikan masa 1.000 hari pertama kehidupan anak. Ia juga mengajak masyarakat Kota Kupang untuk menjadi agen perubahan dalam percepatan penurunan stunting, terutama menjadi Kader Inisiasi Masyarakat Perkotaan (IMP).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kota Kupang punya lima ribu sekian baduta yang terkonfirmasi stunting. Nah, tugas kita bersama mengentas ini stunting. Karena stunting tidak bisa sembuh. Nah, kita hanya menunggu proses ini sampai lewat dari baduta, kemudian kita lihat lagi sampai dia lulus posyandu. Label itu tetap akan ada, paling hanya bisa dijaga baduta ini jangan drop supaya jangan kurang gizi,” jelas drg. Siska.

Menurut Siska, penanganan stunting menjadi penting karena berkaitan dengan mempersiapkan generasi penerus bangsa. “Penanganan stunting menjadi penting karena kita memperbaiki generasi penerus bangsa. Tantangan bangsa ke depan semakin besar sehingga generasi penerus kita harus lebih baik. Level-level anak kita harus lebih bagus dari kita sekarang,” katanya.

Dia menambahkan, kondisi stunting di Kota Kupang tahun 2024 ini berada di angka 16,6 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan tetapi target kita bukan di angka tersebut tetapi di angka 14%. Ini tanggung jawab kita semua bapa mama sebagai orang tua untuk bersama-sama menanggulangi stunting,” ajak Siska. (igo/den)

Pos terkait