Melki Laka Lena, “Saya Kaget Angka Stunting di NTT Tinggi”

golkar ntt stunting
Emanuel Melkiades Laka Lena saat Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di GMIT Jemaat Kanaan Naimata, Kota Kupang, Kamis (9/5/2024)

Untuk itu dalam kegiatan percepatan penurunan stunting, kata Yance, salah satu konsentrasi yang harus dilakukan adalah mencegah jangan sampai ada keluarga berisiko stunting. Sehingga intervensi dilakukan tidak hanya pada saat orang sudah berkeluarga tapi sebelum laki-laki dan perempuan menjalin hidup berumah tangga atau calon pengantin.

Yance menegaskan, perlu ada intervensi dan edukasi bagi keluarga berisiko stunting atau calon pengantin. “BBKBN ditugaskan untuk melakukan intervensi kepada calon pengantin yang di dalamnya tidak hanya edukasi tapi juga kesehatan.  Nanti akan dilihat HB-nya seperti apa, lingkar lengan atasnya seperti apa dan seterusnya,” kata Yance.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kalau itu masih di kondisi yang belum normal, itu butuh edukasi dan pendampingan supaya nanti ketika menikah saat melaksanakan kehamilan anak pertama betul-betul pada kondisi yang ideal untuk hamil dan melahirkan. Sehingga pencegahan stunting harus dimulai dari situ,” sambung Yance.

Stunting, menurut Yance, sebenarnya bukan suatu penyakit tapi suatu kondisi gagal tumbuh karena kurangnya pola pengasuhan yang baik. Dia menyebutkan, stunting disebabkan pola asuh, pola hidup, dan pola konsumsi. Biasanya itu sudah mendarah daging, bahkan sudah menjadi kebiasaan dan budaya.

“Sehingga walaupun banyaknya instansi, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat yang menyampaikan pola pengasuhan yang benar, namun tidak diterima dengan benar oleh keluarga yang ada anak stunting atau keluarga yang berkategori berIsiko stunting, maka itu sia-sia,” tegasnya.

Pos terkait