Selain itu, Melki juga berpesan agar bangsa Indonesia yang memilki banyak suku, agama, ras, budaya, adat, bahasa, dan lain sebagainya diharapkan bisa mengelola perbedaan-perbedaan yang ada dengan baik.
“Dengan perbedaan kita yang luar biasa, suku, agama, ras, kita tetap bisa menjadi bangsa yang berdaulat. Perbedaan yang kita miliki ini tidak membuat kita terpolarisasi atau terpecah tapi justru melalui Bhineka Tunggal Ika ini, bisa menjadi kekuatan,” harap Melki.
Dalam sosialisasi ini masyarakat juga memberikan beberapa masukan sebagai bahan rekomendasi ke MPR RI di antaranya untuk mengembalikan kurikulum sekolah mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi akan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pedoman Penghayatan Pancasila (P4) dan Garis Besar Haluan Negara (GBHN). (go)







