Melki Laka Lena juga mencontohkan prinsip gotong royong yang diterapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melandasi terlaksananya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS) yang terejawantahkan di dalam prinsip asuransi sosial.
“Dengan saling bahu membahu dan melengkapi lewat sistem iuran, maka peserta yang sehat dapat membantu peserta lain yang sedang sakit. Di mana setiap bulannya, iuran peserta JKN-KIS digunakan untuk membiayai para peserta yang sedang sakit bahkan membutuhkan biaya pengobatan yang besar. Begitu pula sebaliknya, bila suatu saat peserta yang sehat tersebut jatuh sakit maka dapat subsidi/dana pula dari iuran peserta yang sehat lainnya. Masyarakat yang tak mampu ikut berpartisipasi pula sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN-KIS yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah,” jelas Ketua Golkar NTT ini.
Melki mengatakan, tantangan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) hari ini adalah Hepatitis Akut Misterius dan penyebabnya masih dalam tahap investigasi di tingkat global maupun nasional.
Ia menegaskan penyebab Hepatitis Akut Misterius bukan karena Vaksinasi Covid-19.
Untuk itu Melki mengajak masyarakat bergotong royong dalam menangani Hepatitis Akut dengan melakukan langkah-langkah pencegahan umum seperti mencuci tangan secara teratur serta menjaga kebersihan pernapasan/udara dan lingkungan.
“Pemerintah dan DPR RI juga akan mengedukasi dan melatih tenaga kesehatan, pengambil keputusan, media dan masyarakat untuk menciptakan kesadaran, meningkatkan pengetahuan, dan meningkatkan sikap dan praktik yang membantu dalam pencegahan virus hepatitis” ungkapnya.







