Melki Laka Lena Tegaskan Pentingnya IMD dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

golkar mll liliba

KUPANG kabarntt.id—Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan hal penting yang perlu diketahui ibu-ibu yang baru saja melahirkan karena akan melatih gerak motorik dari bayi yang baru lahir.  Juga akan menjadi salah satu pengaruh penting untuk masa depannya kelak.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, Sabtu (12/8/2023), di Kapela Stasi Yesus Maria Yosep Paroki St. Yosep Pekerja Penfui Kupang pada kegiatan promosi dan KIE program percepatan penurunan stunting, bekerja sama dengan mitra kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTT.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut Melki, kegiatan hari ini sangat penting karena sebagian dari kita merencanakan masa depan masing- masing bagi yang akan menikah dan merencanakan masa depan anak yang akan dilahirkan.

“Pasti tadi Dokter Wati dan Dokter Siska sudah bicara banyak. Untuk itu saya mau fokus kepada dua hal yang mungkin tadi dokter berdua lupa untuk menjelaskan kepada masyarakat. Pertama itu IMD dan kedua itu seribu hari kehidupan mengenai sumber utama bagi bayi pada saat di dalam kandungan dan di luar kandungan,” kata Melki.

Secara detail, Ketua Golkar NTT itu menjelaskan, dengan IMD dimaksudkan bahwa  bayi yang batu lahir itu langsung diletakkan di dada ibunya dan diberikan waktu 1-2 jam untuk bayi itu secara mandiri mencari puting susu sendiri.

Hal itu akan melatih gerak motorik maupun tetoriknya, dan diharapkan nantinya kalau sudah besar bayi tersebut aktif dan pintar di masa depannya.

“Mungkin banyak orang yang tidak paham tentang teori maupun praktek dari IMD itu sendiri. Saya keliling seluruh Indonesia dari Papua sampai Aceh dan segala macam tempatl.  Jarang saya ketemu orang yang tahu teori maupun prakteknya. Namun ada seorang kader posyandu di Atambua, kader tersebut paham teori ini dan dia sudah praktekkan di dua anaknya.  Dia mengatakan di bidan, dia sudah mengatup kelainan 50 anak di Atambua itu pakai metode ini. Dan yang seperti itu benar,” jelas Melki.

Dengan cara ini, kata Melki, membuat bayi itu akan lebih punya kekebalan yang lebih bagus, lebih aktif dan dia lebih cenderung akan  melunjur kepada ibunya setiap saat ketika menyusui, dan jauh lebih sehat,” ungkapnya.

Yang kedua, kata Melki, tentang seribu hari kehidupan. Hal ini mengenai sumber utama bagi bayi pada saat kandungan dan di luar kandungan.

“Kalau bayi saat di dalam kandungan mendapatkan nutrisinya melalui plasenta dan kalau bayi yang sudah lahir mendapatkan makanan lewat ASI dengan makanan pendamping  ASI. Untuk itu ibu harus makan makanan yang bergizi seperti daging, ikan, sayur-sayuran,” serunya.

Lebih lanjut Melki mengatakan, gizi harus diberikan kepada ibu-ibu yang sedang mengandung dan menyusui.  Mulai dari makan harus didahulukan, ubah pola makan dalam rumah karena ibu hamil dan menyusui mereka urus nyawa lebih dari satu.

“Ada 4 terlalu yaitu tidak boleh, yakni terlalu muda menikah, terlalu muda melahirkan, terlalu dekat anak dengan anak yang satu dan terlalu banyak melahirkan. Maka dari itu 4 terlalu ini harus dihindari agar kita sama-sama dapat mencegah stunting,” katanya. (np)

Pos terkait