Mengenal Sosok Trio Patung Tirosa

tirosa1

Chris  Ngefak menyanggupi dan siap membuat patung tersebut. Awalnya, Thius meminta Chris  Ngefak  membuat patung dengan tiga tokoh terkenal NTT, yakni Elias Tari (El Tari), H.R Koroh dan Herman Johannes yang mewakili tiga suku dari sejumlah suku yang ada di NTT.

El Tari dipilih sebagai tokoh yang mewakili suku Sabu yang merupakan Gubernur kedua NTT.  Kemudian Herman Johannes mewakili suku Rote. Herman Johannes merupakan ilmuwan fisika dan kimia yang pada masa pemerintahan Soekarno diminta untuk membangun laboratorium persenjataan bagi TNI pada tahun 1946. Sedangkan sosok yang mewakili suku Timor, menjadi perdebatan antara Thius dan Chris Ngefak.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Thius meminta Ngefak untuk membuat patung H.R  Koroh yang merupakan sosok pahlawan NTT dari Timor. Namun permintaan itu ditolak sang seniman yang bersikeras ingin suku Timor diwakili oleh Thimotius Natun sebagai penggagas bundaran tersebut.

Pada akhirnya, saat peresmian oleh Bupati Kupang saat itu, Yopi Korinus Moningka, meski patung yang berdiri adalah sosok Thimotius Natun, El Tari dan Herman Johannes, namun tetap diperkenalkan sebagai sosok H.R  Koroh atas keinginan Thius Natun.  Dengan demikian tiga sosok Patung Tirosa itu yakni  El Tari, H.R Koroh dan Herman Johannes.

Sosok Patung Tirosa

H. R Koroh

Hendrik Arnol Rasyam Koroh (H. A. R. Koroh) merupakan salah satu Usif (Raja) dalam dinasti Koroh yang berkuasa di Pah Amarasi. Dia merupakan salah satu usif yang memiliki pengaruh amat besar pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini terlihat dengan pertemanan/persahabatannya dengan Isaac Huru Doko ketika mereka mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Timor (PDIT).

Pos terkait