Untuk itu Marciana mendorong agar Pemkot Kupang dapat memfasilitasi para pelaku UMKM tersebut agar bisa didaftarkan, tentunya dengan bekerja sama dan dukungan dari perbankan di NTT.
“Ruang ini diberikan, sebenarnya tinggal bagaimana kepedulian kita terhadap karya intelektual personal yang kurang lebih 11.569 di Kota Kupang harus diberdayakan,” katanya.
Sementara, Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, mengungkapkan awal dirinya terinspirasi dari bunga flamboyan atau sepe yang dianggapnya unik.
“Sepe merupakan bunga yang mempunyai keunikan tersendiri karena bunga sepe hadir di Kota Kupang hanya pada bulan September hingga Desember yang menggambarkan Natal akan tiba,” ungkapnya.
Ny. Hilda mengisahkan, ikhwal dirinya menjadikan motif bunga sepe menjadi ciri khas tenunan Kota Kupang karena sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kota Kupang, dirinya melihat daerah atau kabupaten lainnya di NTT memiliki tenunan khas sendiri lengkap dengan aksesorisnya sedangkan Kota Kupang belum ada.
“Dari situ saya terinspirasi bahwa kita harus punya motif khas kota yang tepat, dan kita lihat di sini banyak sekali sepe yang mengingatkan Natal sudah dekat, unik sekali. Itu yang menginspirasi sepe menjadi ikon Kota Kupang,” tuturnya. (pkp_ghe/den)







