Pencapaian selama 5 hari pelayanan tersebut merupakan hasil kerja keras semua pihak yang terlibat aktif. Kecuali itu capaian ini menjadi rekor khusus bagi tim JFF atau para dokter mata yang datang untuk pelayanan sakit mata gratis selama ini, jika dibandingkan dengan kegiatan serupa di wilayah NTT yang telah dilayani selama ini.
Para pasien yang sembuh dan telah dioperasi mata katarak menyuarakan perasaan senang dan bahagia mereka usai dioperasi.
“Syukur Tuhan Yesus dan Bunda Maria, dan terima kasih tim dokter mata dari John Fawcett Foundation (JFF), Komunitas Cinta Kasih (KCK) Denpasar, Komunitas Karya Sosial Lux Mundi Ruteng, Perdami, Nine Links Foundation, Tong Foundation, Pemerintah Kabupaten Manggarai dan difasilitasi oleh Gereja Keuskupan Ruteng melalui Komisi Kesehatan, Puspas Keuskupan Ruteng serta Paroki Katedral Ruteng,” kata Nyonya Teresia Setia Jemali (86 tahun) ditemui di rumah putri sulungnya Nyonya Lily Jemali, Minggu (28/8/2022) usai selaput katarak dari matanya disingkirkan.
Kata Nyonya Teresia, selama ini dia tidak bisa melihat. “Bahkan anak-anak saya sudah kumpulkan dana agar saya dicarikan rumah sakit yang bagus untuk pengobatan mata saya, sehingga saya dapat mengenali anak-anak dan cucu saya. Namun saya takut, dan beruntung Tuhan mendatangkan para dokter yang baik hati dapat mengangkat selaput yang membuat saya tidak bisa melihat, dan sekarang saya sudah melihat dengan jelas,” tutur Nyonya Teresia.
Terpisah Nyonya Hajerah dari Nanga Lili yang sudah 3 tahun tak bisa melihat dengan jelas karena katarak juga mengungkapkan hal yang sama.







