Ketua Pemuda GMIT, Erenst Blegur, menambahkan bahwa panitia berencana mengadakan doa bersama serentak pada pukul 19.00 Wita, yang diharapkan menjadi seruan perdamaian tidak hanya bagi Kota Kupang, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia.
“Kami mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk mengangkat doa secara serentak dari rumah masing-masing pada pukul 19.00 Wita, demi perdamaian dan keharmonisan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga meminta dukungan pemerintah dalam pengadaan kendaraan pengangkut sampah serta koordinasi terkait lokasi bakti sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan Kota Kupang sebagai “City of Love and Harmony”. (prokompim kota kupang/chris dethan/tonny ga)







