Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, H. Hasan Manuk, S.Pd, M.Pd. Menurutnya, selama ini KOMPAK selalu konsisten merawat penguatan kerukunan di NTT. Banyak kegiatan produktif yang dirancang KOMPAK tentang kerukunan.
Koordinator KOMPAK, Lusia C. Bunga, menjelaskan KOMPAK sejak tahun 2012 sebagai kumpulan orang muda lintas agama mendedikasikan diri sebagai ruang bertemu, belajar dan memberi diri untuk kemanusiaan.
Fokus utama KOMPAK adalah merawat kerukunan, mempengaruhi perspektif sikap dan kebijakan orang/lembaga melalui kampanye dan dialog damai.
Deklarasi Jurnalis Rukun dan Launching E-Book Narasi Damai, menurutnya, merupakan kerja kolaborasi semua pihak selama ini dan menjadi wujud praktik nilai-nilai kerukunan di NTT.
Dia berharap kegiatan ini dapat menyumbang bagi Kota Kupang dan NTT terkait indeks toleransi ataupun harmoni award.
Jurnalis Pos Kupang, Novemy Leo saat membacakan Deklarasi Jurnalis Rukun menyampaikan jurnalis rukun adalah pendekatan yang bertujuan menghindari/mencegah terjadinya kekerasan di tengah masyarakat berbasis suku, agama, ras dan antar golongan.
E-Book Narasi Damai yang dilaunching pada kesempatan tersebut merupakan kumpulan tulisan perwakilan dari tokoh-tokoh agama dan FKUB, antara lain Pdt. Jacky Latupeirissa, M.Th, yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Kota Kupang, Drs. H. Muhammad S. Wongso sebagai Ketua MUI Provinsi NTT, Gusti Made Budiana, Sekretaris PHDI Kota Kupang, Indra Effendy, SE, CHRM, Ketua Magabudhi NTT, RD Gerardus Duka, Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Dr. Maria Theresia Geme, SH,MH, dosen Unwira Kupang dan Dr. Rudi Rohi, SH, M.Si, dosen Undana Kupang.







