“Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan kita semua bekerja sama dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten TTU,” ungkapnya.
Diharapkan dengan adanya rembuk stunting ini, langkah-langkah strategis dan kolaboratif dapat terus dilakukan untuk mencapai target penurunan kasus stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayah ini.
Camat Musi, Jhon Olin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting di Kecamatan Musi.
“Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah pemberian telur kepada ibu hamil,” katanya.
Egidius Elu, Kepala Puskesmas (Kapus) Oeolo, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau ibu hamil di semua desa di wilayah Puskesmas Oeolo.
“Kami berharap agar tahun depan program ini masih berlanjut melalui bantuan dana desa dan kerjasama dengan kecamatan, sehingga dapat dimasukkan dalam anggaran dana desa tahun 2025,” ungkapnya.
“Program ini adalah langkah awal dan stimulan, dengan harapan dapat melihat progres positif ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Maria Magdalena Kefi, salah satu ibu hamil penerima bantuan, mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Puskesmas Oeolo.
“Saya berharap program ini terus berlanjut agar bisa membantu meningkatkan gizi pada diri saya dan bayi dalam kandungan,” ujarnya dengan penuh harapan. (siu)







