Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 5: 34 – 42
Mazmur Tanggapan Mzm 27: 1.4.13-14
Ref: “Satu hal yang telah kuminta pada Tuhan, diam di rumah Tuhan seumur hidupku.”
Injil Yohanes 6: 1 – 15
“Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagi kepada mereka yang duduk di situ..”
Yoh 6: 11
(Accepit ergo Iesus panes: et cum gratias agisset, distribuit discumbentibus…)
Kawan ku…
Mari kita ungkapkan rasa syukur. Semuanya atas apa yang kita dapati; atas apa yang kita miliki. Lihatlah dan alami semuanya dengan penuh rasa sukacita.
Kawan ku…
Sesederhana, setipis atau sekurang apa pun yang kita punyai, hadapilah dengan senyum. Dan berbesar-hatilah untuk mengatakan pada diri sendiri, ‘Lumayanlah…’ Dan mari berjuanglah dengan cara wajar untuk bekerja dan meraih apa yang menjadi bagian kita. Seperlunya dan secukupnya..
Kawan ku…
Jujurlah aku padamu. ‘Tak pernah puas, tak pernah rasa cukup dalam hati, selalu rasa diri kurang ini dan kurang itu acapkali melanda diriku. Maka, jadilah aku jalani hidup penuh keluhan dan gerutuan. Dan kuakui pula aku jadinya mengambil apa yang bukan menjadi hakku. Aku sering berlaku tak adil terhadap sesama.
Kawan ku….
Lima roti jelai dan dua ekor ikan itu ‘kecilan dan sedikit.’ Dan “apakah arti itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:9). Petrus ragukan ‘keadaan yang sedikit dan sekian kurangnya itu.’ Sebaliknya, Tuhan awali semuanya dengan ucapan syukur. Dan terjadilah, ‘semuanya kenyang dan masih ada bisa dikumpulkan.’
Kawan ku….
Tuhan sepertinya ingin mengingatkanku, dan ingatkanmu pula. “Sekiranya hatimu selalu tak pernah puas dan gelisah akan yang dirasa sedikit, betapa tak nyamannya jalan hidup ini.’
Maka, sekali lagi, mari kita kembali pada rasa syukur dan terimakasih…







