Kawan ku….
Yang kutakuti sekiranya ketamakan telah jadi virus yang memborgol hati. Di situ, aku hanya berpikir mengenai jaminan materi untuk diri ku sendiri. Karena keterlekatan dan keterikatan pada harta aku pernah menjadi tak nyaman di tidur malam! Karena ketamakan dan keserakahan aku pernah nekat mengais dan mengambil apa yang bukan menjadi hak ku…
Ya Kawan ku….
Karena semangat ‘menimbun harta bagi diri sendiri, aku jadinya jauh dari rasa solider; jauh dari sikap berbagi pada sesama. Jauh dari aksi demi kebaikan bersama.’
Kawan ku…
Sekiranya kita bisa merenung penuh serius pula apa yang disuarakan Rasul Paulus. Tulisnya kepada Timotius, “Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab dengan memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Tim 6:10).
Kawan ku…
Renungkan pula apa yang diserukan Amsal:
“Jauhkanlah daripadaku kecurangan dan kebohongan. Janganlah berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMU dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama ALLAHku”
(Amsal 30:7-9).
Dan, kawan ku….
YESUS, TUHAN dan GURU pun alarmkan kepada para murid, para pendengar dan semua kita:
“Sebab, di tempat hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
(Lukas 12:34).
Tetapi kiranya hati kita tak terborgol dan terpenjara di situ.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin







