Renungan Harian Rabu, 13 Agustus 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I Ulangan 34:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 66: 1-3a.5.8.16-17
Ref: “Terpujilah ALLAH, yang mempertahankan jiwa kami hidup.”

Injil 18: 15 – 20
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali”
Matius 18:15
(Si autem peccaverit in te frater tuus, vade, et corripe eum inter te, et ipsum solum. Si audierit, lucratus eris fratrem tuum)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…
Mari ambil posisi sebagai ‘pelihat.’ Jelas-jelas kita melihat saudara sendiri lakukan kesalahan. Sungguh, ia jatuh dalam dosa, dan bahkan terhadap kita pula.

Maka, untuk kita kawanku….
Diam kah? Bersikap tak peduli kah? Biarkan saja semua berlalu? Singkatnya, “Urus diri masing-masing. Untuk tak usah repot-repot lagi?”

Kawan ku…
TUHAN ingatkan kita: “Tegurlah ia di bawah empat mata.” Itulah ungkapan kasih dalam kata. Dan di ujungnya ada harapan teramat dalam, yakni: ‘Mendapatkannya kembali!’

Kawan ku…
Mari kita ‘bicara di bawah empat mata dalam suasana kasih.’ Tidak mempermalukan. Tak mencecar penuh hinaan. Seandainya tidak demikian, sebagai akibat? Jauh dari harapan untuk ‘mendapatkannya kembali, kita malah mendepak, membuang dan mengasingkannya jauh dari hati kita!’

Kawan ku…
Mari kita posisikan diri kita sendiri juga sebagai insan nan suram dan cemar. Ketahuilah kita, kawanku. Tak semua orang yang menaruh simpati pada bilur-bilur jalan hidup kita. Mereka bahkan bersukacita untuk ‘menikmati kemalangan kita.’
Tak usahlah salahkan ini pun salahkan itu. Tengok ke dalam diri sendiri, mungkin itulah jalan terbaik. Agar kita tak kehilangan jalan pengharapan di dalam Kasih Tuhan.

Pos terkait