Kawan ku….
Di hitamnya jalan yang kita lalui, bersyukurlah bahwa ada ‘suara yang menegur kita di bawah empat.’ Yang berbicara terus terang. Dari hati ke hati. Penuh sapaan dan kelembutan. Bahkan bukan tak mungkin bahwa orang seperti itu tetap membawa kita dalam doa-doanya. Semuanya hanya berujung pada satu harapan: ‘mendapatkan kita kembali….’
Kawan ku..
Memang, suara lembut, tulus, dan penuh kasih seperti itu amatlah jarang kita jumpai dan kita alami kini dalam keramaian dan hiruk pikuk publik.
Sebab, tentang semua yang tak indah itu, biasanya lebih mudah untuk sampai pada kehebohan di bawah ‘berpasang-pasang mata dan berpasang-pasang telinga pula.’
Bagaimana pun, kawan ku….
TUHAN pasti rindukan kita pula bahwa dalam segala simpang siur kehidupan ini, semua kita masih tetap miliki hati dan harapan kokoh untuk “saling mendapatkan kembali. Dan tak terkapar terus sebagai kumpulan orang-orang asing dan saling mengasingkan.”
Verbo Dei Amorem Spiranti.
Tuhan memberkati
Amin







