Renungan Harian Sabtu, 1 Maret : “Jangan Menghalang-halangi…” (Markus 10: 13 – 16)

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Kawan ku…
Kisahnya jelas. Orang membawa anak-anak kepada Yesus. Yang diinginkan agar Yesus menjamah anak-anak itu. Sayangnya, para murid memarahi orang-orang itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kenapa kah mesti marah-marah? Toh, para murid mestinya membiarkan anak-anak itu dekati Yesus. ‘Para murid ini sebenarnya harus belajar dari apa yang diperbuat Yesus.’ Seharusnya mereka tak bertampilan ala ‘bodyguard penuh sangar.’ Yang rasa wajib lindungi Yesus dari gangguan sekecil apapun.

Kawan ku…
Ada sekian banyak ‘anak kecil, orang-orang kecil dan sederhana, kaum pinggiran, ada lagi orang-orang yang dicibir dan jadi santapan cerita redup di mulut khalayak. Namun, mereka itu tetap rindu ingin (kembali) dijamah Yesus, Sang Kasih Sejati.

Kawan ku….
Kuingin hanya bertanya simpel padamu. ‘Adakah engkau punya kiat-kiat Kasih untuk membawa semuanya pada Yesus? Atau kah sebaliknya kau terpaku pada aturan yang berat dan ketat, yang tetap menghalang, atau bahkan memarah-marahi agar semua golongan yang tercap suram itu sepantasnya ‘menjauh dan dijauhkan dari Rumah Kasih Tuhan?’

Kawan ku….
Aku sendiri bicara tulus seadanya padamu. Aku telah halang-halangi sekian banyak sesama untuk mendekati Yesus dan alami Kasih dan KemurahanNya. Aku halangi mereka lewat kata-kata, sikap, tindakan, tingkah laku dan perbuatanku.

Kawan ku…
Sekiranya aku tak hanya cenderung untuk ‘memarah-marahi sesama. Namun bahwa aku sanggup dan berani ‘memarah-marahi diriku sendiri.’ Yang telah jadi aktor penghalang siapa pun untuk kembali dijamah Yesus, Tuhan Maha Kasih.

Pos terkait