Kawan ku…
Aku hanya ingin bilang kepadamu jua. Saat Yusuf mempertimbangkan maksudnya dan lalu akhirnya ternyata mengambil Maria sebagai istrinya, ia sebenarnya juga mengambil dan menerima Yesus sebagai putranya.
Kawan ku…
Semoga dalam setiap keputusan yang kita berdua ambil, selalu ada pertimbangan yang terhubung pada rencana dan kehendak Allah di dalam Yesus, PuteraNYA. Dan demi kebaikan bersama dan kepentingan yang luas. Bukan hanya karena ‘emosi, suka-suka atau mau-maunya kita sendiri.’ Atau hanya mau beri kesan ‘kita lagi punya kuasa.’ Wah, terlalu la!
Verbo Dei Amorem Spiranti.
St Yusuf, doakanlah kami.
Tuhan memberkati
Amin







