Satu Oa Satu Anting, Inovasi Penanganan Stunting di Flotim

flotim Doris Rihi dan Peserta Sosialisasi Stunting

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi untuk semua pihak yang telah, sedang dan akan terus bekerja membantu daerah ini teristimewa dalam urusan penanganan stunting,” sebutnya.

Terkait Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Kecamatan Larantuka yang dilaksanakan hari itu,  Doris Rihi mendorong kerja sama lintas sektor di tingkat kecamatan, terutama dalam usaha penurunan angka stunting.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ia mengajak semua stakeholder serta puskesmas di Kota Larantuka bersama jajarannya agar membantu camat dalam program dan kegiatan terutama menurunkan angka stunting.

Pasalnya,  hingga bulan Februari 2022, Flores Timur berada pada angka 22,0 % angka stunting. Sementara itu data prevalensi stunting Kabupaten Flores Timur pada bulan Februari 2022 sebesar 20,4 % atau sebanyak 3.636 balita stunting.

“Meskipun prevalensi stunting kita berada di bawah prevalensi provinsi, namun demikian pekerjaan berat yang harus kita lakukan adalah meningkatkan upaya percepatan penurunan dengan mencapai target 10 % di tahun 2023, sebagaimana sudah menjadi komitmen bersama Gubernur Provinsi NTT bersama para bupati dan walikota pada Rapat Koordinasi bulan Oktober 2021 dan dipertegas kembali melalui rapat kerja di Waingapu beberapa waktu lalu,” lanjut Doris.

Pada kesempatan itu Doris  juga menyampaikan profisiat kepada para pemenang Lomba Posyandu Tingkat Kecamatan Tahun 2022.

“Prestasi ini, seyogyanya dijadikan semangat dan motivasi dalam memberikan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Teruslah bekerja dengan semangat pengabdian yang tulus dalam semangat memberi diri dan melayani demi generasi masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Pos terkait