“Satu minggu untuk tingkat desa/kelurahan, satu minggu berikutnya di tingkat kecamatan, dua minggu berikutnya di tingkat kabupaten/kota serta dua minggu berikutnya akan diseleksi di tingkat provinsi,” jelas Melki.
Secara teknis, kata Melki, ide atau gagasan warga Flobamora baik yang tinggal di NTT maupun diaspora yang tinggal di mana saja direkam dalam bentuk video memakai handphone dengan durasi 2 sampai maksimal 3 menit lalu diseleksi dan dinilai di setiap tingkatan. Yang juara di tingkat desa/kelurahan akan dilombakan di tingkat kecamatan, dan selanjutnya ke tingkat kabupaten/kota dan terakhir di tingkat provinsi.
Melki menghimbau seluruh ketua dan Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten dan Kota serta seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di semua tingkatan untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan sayembara ini.
“DPD I Partai Golkar NTT akan memberikan penilaian khusus terhadap keaktifan para anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT, Kabupaten dan Kota se NTT serta seluruh Ketua DPD II Partai Golkar se NTT,” tegas Melki.
Melki juga memerintahkan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD NTT dan DPRD Kabupaten dan Kota se-NTT agar aktif menghidupkan Satgas Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.
“Minimal anggota Fraksi Golkar menjadi promotor mengaktifkan Gugus Tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 di tempat tinggalnya dengan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama. Ini sangat penting karena sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang disampaikan oleh Ketua KPC PEN, Airlangga Hartarto, bahwa penanganan Covid-19 diperkuat dan dioptimalkan kekuatan berbagai pihak dari tingkat mikro yaitu RT RW dusun kampung desa kelurahan,” beber Melki. (den)







