Sustainability Compass: Pendekatan Berbasis Nilai Hadapi Tantangan Global

Picture1
Para pembicara V20 di Nusa Dua Bali, Selasa (9/8/2022), dengan moderator Hermin Y Kleden

Pamela menyebutkan, “Penting bagi forum  seperti   G20 memfasilitasi kerja  sama  mengatasi  berbagai tantangan yang tengah kita hadapi.  Tatkala  agenda global  kian berkembang dengan tantangan  yang semakin kompleks, kolaborasi efektif amat  dibutuhkan.”

“Ada peluang untuk  lebih  value-driven  dalam  kerja sama  kita mengatasi beragam tantangan,” dia menambahkan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dari dalam negeri, tampil sejumlah tokoh nasional dengan jam terbang tinggi di bidangnya masing-masing. Seperti Alissa Wahid, Co-Sherpa  V20 2022, yang membahas Sustainability Compass. Hadir pula Aziz  Armand, Wakil Presiden Direktur & Group CEO – PT Indika Energy, serta Solihin Kalla  – Presiden Direktur Kalla Group.

Co-Sherpa V20 2022, Alissa Wahid, dikenal aktif mempromosikan nilai-nilai kebhinekaan inklusivisme dan toleransi beragama. Alissa yang juga menjabat Ketua Tanfidziyah PBNU, sejak 2019 lalu ditunjuk menjadi Duta Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

Bicara mengenai penyusunan dokumen komunike V20 berbasis Sustainability Compass (yang diadopsi dari lembaga Compass Education), Alissa menerangkan, “Pendekatan Sustainability Compass yang digunakan V20 2022 dibangun berdasarkan arah kompas: Alam (Nature), Ekonomi (Economy), Kesehatan Jiwa Raga (Wellbeing),  Masyarakat (Society),” ujar Alissa.

Dengan menyeimbangkan keempat arah kompas ini, serta menempatkan nilai-nilai sebagai pusatnya,  “Kita  memiliki pegangan kuat untuk meraih tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau  Sustainable Development Goals (SGDs),” kata Alissa.

Pos terkait