Pamela menyebutkan, “Penting bagi forum seperti G20 memfasilitasi kerja sama mengatasi berbagai tantangan yang tengah kita hadapi. Tatkala agenda global kian berkembang dengan tantangan yang semakin kompleks, kolaborasi efektif amat dibutuhkan.”
“Ada peluang untuk lebih value-driven dalam kerja sama kita mengatasi beragam tantangan,” dia menambahkan.
Dari dalam negeri, tampil sejumlah tokoh nasional dengan jam terbang tinggi di bidangnya masing-masing. Seperti Alissa Wahid, Co-Sherpa V20 2022, yang membahas Sustainability Compass. Hadir pula Aziz Armand, Wakil Presiden Direktur & Group CEO – PT Indika Energy, serta Solihin Kalla – Presiden Direktur Kalla Group.
Co-Sherpa V20 2022, Alissa Wahid, dikenal aktif mempromosikan nilai-nilai kebhinekaan inklusivisme dan toleransi beragama. Alissa yang juga menjabat Ketua Tanfidziyah PBNU, sejak 2019 lalu ditunjuk menjadi Duta Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.
Bicara mengenai penyusunan dokumen komunike V20 berbasis Sustainability Compass (yang diadopsi dari lembaga Compass Education), Alissa menerangkan, “Pendekatan Sustainability Compass yang digunakan V20 2022 dibangun berdasarkan arah kompas: Alam (Nature), Ekonomi (Economy), Kesehatan Jiwa Raga (Wellbeing), Masyarakat (Society),” ujar Alissa.
Dengan menyeimbangkan keempat arah kompas ini, serta menempatkan nilai-nilai sebagai pusatnya, “Kita memiliki pegangan kuat untuk meraih tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SGDs),” kata Alissa.







