Sejarah dunia mencatat perusahaan keluarga yang berusia panjang adalah Kongo Gumi Company di Jepang, sebuah perusahaan konstruksi yang mencapai 14 abad dan baru berakhir tahun 2006. Panjangnya usia perusahaan bisnis keluarga ini hingga melibatkan 40 generasi kepemimpinan organisasi tersebut.
Dalam diskusi hasil penelitian baru-baru ini terungkap bahwa usia rata-rata bisnis keluarga yang dapat mencapai ratusan tahun kemudian menyusut menjadi 47 tahun dan saat ini rata-rata hanya mencapai 17 tahun.
Data lain menunjukkan bahwa bisnis keluarga makin tidak bertahan lama transisi dari generasi pertama ke generasi kedua dan seterusnya makin mengalami penurunan kesinambungannya.
Proses regenerasi kepemimpinan perusahaan keluarga merupakan isu strategis dan lemahnya regenerasi dalam bisnis keluarga tidak jarang mematikan usaha yang telah dirintis.
Dari data penelitian menunjukkan hanya 5% dari begitu banyak perusahaan keluarga bertahan sampai generasi ke-empat. Kondisi di Indonesia juga kurang lebih sama dengan situasi kondisi di berbagai negara. Sehingga memunculkan harapan dan tantangan untuk memperbaiki kondisi dan situasi yang ada.
Dari telaah literatur dan data penelitian disimpulkan bahwa perusahaan keluarga mempunyai tantangan dan tekanan dari dua hal penting dan berat saat ini, yaitu regenerasi pelaku usaha dan keberlanjutan lingkungan.Tantangan dan tekanan menyangkut regenerasi perusahaan keluarga dapat diatasi dengan kebijakan internal melalui pilihan format-organisasi perusahaan keluarga.







