“Kami tahu bahwa dengan adanya THS-THM Gereja kita bisa hidup dan berkembang. Kedatangan THS-THM di paroki ini kami sambut dengan sukacita dan kegembiraan,” tandas Pater Anastasius.
Pada kesempatan yang berbeda pendamping THS-THM Paroki Santo Antonius Padua Sasi, Yulius Korbafo, mengungkap THS-THM dalam kegiatannya selalu mengutamakan tiga bagian penting seperti membina iman, mental dan fisik.
Dalam pembinaan tersebut, kata Korbafo, anggota THS-THM diharapkan mampu membawa garam dan terang dunia bagi sesama, terlebih di dalam keluarga masing-masing.
“Ini menjadi momen yang penting karena mengutamakan pendidikan pembentukan karakter kaum muda melalui pendekatan spritualitas,” ungkap Korbafo.
Lebih lanjut Korbafo menjelaskan, semenjak THS-THM hadir pada 10 November 1985 dan 10 November 1986 para pendiri THS-THM mempunyai cita-cita luhur menjadi 100 persen Indonesia dan 100 persen Katolik yang tertuang dalam motto Pro Patria et Ecclesia yang berarti Untuk Bangsa dan Gereja.
“Kita berharap dengan adanya dukungan dari Pastor Paroki dan umat dapat menghasilkan ouput yang sesuai dengan cita-cita yang telah dicanangkan oleh paroki,” jelas Kepala Sekolah SDN Taloep itu. (siu)







