Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Ignatius Kardinal Suharyo, yang hadir membuka Pernas, Selasa (14/6/2022), menekankan pentingnya karya dan gerakan kerasulan awam.
“Kita tidak sekadar menjalankan tugas dengan motivasi tapi juga dengan inspirasi iman,” ujarnya sebagaimana rilis KWI yang didapat media ini.
Inspirasi, menurut Kardinal Suharyo, merupakan fundamen niscaya bagi manusia untuk ke luar dari zona nyaman, aktif bergerak, tanggap dan terlibat melalui keahlian serta profesinya masing-masing.
Dengan demikian, gerakan kerasulan awam dapat membantu lingkungan yang menjunjung humanitas dalam kehidupan berbangsa dan semesta. Termasuk di bidang sosial, politik.
Kardinal juga menyinggung pentingnya karya kerasulan awam dari hulu ke hilir, dari membaca konteks sosial melalui analisis hingga bermuara pada gerakan nyata dalam menanggapi momentum sosial politik yang menjamin demokrasi dan keadilan.
“Allah menyampakan kehendakNya lewat realitas sosial-politik yang tidak begitu saja mampu kita terima dan pahami. Maka perlu kesempatan seperti Pernas untuk membaca situasi bersama-sama,” Suharyo menambahkan.
Bertema “Umat Katolik Tanggap dan Terlibat”, Pernas Kerawam KWI 2022 menghadirkan pemimpin Komisi Kerawam KWI dari lima regio (wilayah): Sumatera, Kalimantan, MAMS (Manado, Ambon, Makasar), Nusra (NTT, NTB, Bali), Papua, dan Jawa. Mereka terdiri para klerus (imam) sebagai Ketua Kerawam dan non-klerus (umat awam) yang bertugas membantu Ketua Komisi Kerawam di wilayah keuskupannya masing-masing.







