Nae Soi mengatakan, Presiden Jokowi memberikan kepercayaan resmi kepada para wakil kepala daerah untuk bekerja menuntaskan stunting di NTT dan harus turun jadi 14 persen di tahun 2024 mendatang. Sehingga sudah saatnya para wakil kepala daerah memberikan kontribusi penuh dan mendukung kepercayaan tersebut.
“Teman-teman saya para wakil wali kota, wakil bupati, ini saatnya sudah kita lakukan kewajiban kita ini dan kita jangan kalah dengan bupati dan wali kota. Saya juga tidak mau kalah dengan gubernur dan biarkan masyarakat tahu kalau kita para wakil bisa turunkan angka stunting di daerah ini. Teman-teman mari kita mulai bekerja, pulang dari sini kita langsung di lapangan, perintahkan camat, kepala desa maupun RT/RW, bila perlu kita data semua. Saya dengar ada tim pendamping, namun saya mau lebih, kalau ada bapa-mama angkat di sebelah rumahnya dan siapa pun yang mampu di situ untuk membantu sampai ia benar-benas sehat dari stunting,” harapnya.
Nae Soi juga mengatakan, narkoba juga menjadi salah satu penyebab stunting. Dan untuk mencegah anak tidak stunting yang pertama-tama adalah dari ibu.
“Para ahli mengatakan seorang bayi dalam kandungan ibu begitu umur 3 bulan itu sudah bisa mendengar percakapan seorang ibu dan itu benar bapa-ibu. Kalau mulai dari perut ibu dan ibu itu sehat, kemudian anak dalam kandungan dari umur 3 bulan kita memberikan dia kesehatan baik jasmani maupun rohani, saya yakin bahwa anak itu akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat, sehingga langkah awal mencegah stunting adalah dari rumah tangga kita masing-masing,” tandasnya.







