Hal senada diungkapkan oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit. Bupati Hery mengapresiasi Keuskupan Ruteng dan semua pihak yang memfasilitasi karya agung kemanusiaan tersebut.
Animo umat/masyarakat sangat tinggi. Penderita katarak dan mata berdatangan dari seluruh wilayah tiga kabupaten di Manggarai Raya. Bukan hanya umat Katolik yang datang, tetapi juga umat muslim dari Pota dan Nanga Lili turut memanfaatkan kesempatan berharga ini.
Salah seorang pasien katarak asal Paroki Kumba, Stanis Tatul, memuji giat Keuskupan Ruteng atas terselenggaranya kegiatan ini
“Luar biasa Keuskupan Ruteng yang menyelenggarakan program bagus ini,” pujinya.
Hal serupa diungkapkan oleh ibu Nurmawati yang datang dari Pota untuk mengantar ibunya untuk diperiksa.
“Kegiatan ini sangat bagus dan meringankan beban mayarakat. Kiranya dapat memberikan manfaat bagi penderita katarak,” kata Nurmawati.
Ibu Helen Chundawan, Ketua KCK Denpasar, mengungkapkan bahwa target pasien katarak yang dioperasi 500 orang. Sedangkan penderita mata yang ingin ditangani berjumlah 2.500 orang.
“Sudah bertahun-tahun KCK bekerja sama dengan John Fawcett Foundation berkeliling ke seluruh NTT dan wilayah lain untuk mengadakan baksos. Kegiatan saat ini bertepatan memperingati 22 tahun berdirinya lembaga sosial ini,“ pungkasnya.
Komunitas Cinta Kasih adalah organisasi sosial yang sungguh peduli membantu masyarakat. Selain operasi katarak dan pemeriksaan mata, juga membagikan sembako dan lain-lain kepada yang membutuhkan.
Kegiatan ini dibantu seepenuhnya oleh Komunitas Social Komunitas Lux Mundi (KLM) Ruteng.







