KEFAMENANU KABARNTT.ID — Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti Markas Pusat Ormas Beta Timor di Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Rabu (10/9/2025), saat gema Mars Beta Timor terdengar dari para peserta lomba paduan suara antar Markas Pimpinan Cabang (MPC) se-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 Ormas Beta Timor (Bela Tanah Timor). Lomba paduan suara ini menjadi sarana pemersatu kader sekaligus ajang pelestarian budaya lokal.

Sekretaris Jenderal Ormas Beta Timor, Herry Naif, menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, organisasi ini telah menjadikan musik—terutama paduan suara—sebagai bagian dari identitas dan perjuangan organisasi.
“Festival seperti ini bukan pertama kali. Bahkan pada tahun 2001 dulu, kita juga pernah menggelar lomba serupa. Lagu Mars Beta Timor selalu menjadi lagu wajib karena mengandung pesan moral dan ideologis bagi kader,” jelas Herry kepada media.
Menurutnya, lagu tersebut bukan hanya dikenal di internal organisasi, tetapi juga akrab di tengah masyarakat umum. Karena itu, panitia menetapkan Mars Beta Timor sebagai lagu wajib agar pesan ideologisnya lebih mengakar di kalangan anggota.
Selain lagu wajib, peserta juga diwajibkan membawakan lagu-lagu daerah khas TTU. Tujuannya, kata Herry, adalah memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas kultural kader.
“Lagu-lagu daerah kita sarat pesan moral dan kearifan lokal. Dengan menyanyikannya, para kader tidak hanya menjadi bagian dari organisasi, tapi juga bagian dari budaya Timor yang kaya,” katanya.





