KUPANG kabarntt.id—Cabang olah raga pencak silat pada Porprov ke 8 tahun 2022 yang dipusatkan di Kantor DPD I Partai Golkar NTT selesai dipertandingkan, Jumat (18/11/2022). Kota Kupang mendulang 6 emas dan 2 perunggu dan keluar sebagai juara umum.
Sementara Kabupaten Belu memboyong 4 medali emas dan 3 medali perunggu, diikuti Kabupaten Sikka 3 medali emas dan 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Kabupaten TTU, Nagekeo, Manggarai Barat, Lembata, Kabupaten Kupang, Ende dan Alor masing-masing membawa pulang 1 medali emas.
Perak terbanyak diraih oleh Kabupaten TTU dan TTS masing-masing menbawa pulang 4 medali. Sedangkan Kabupaten Nagekeo dan Kupang membawa pulang 3 perak, Alor, Sikka dan Sabu membawa pulang 1 perak.
Sedangkan perunggu terbanyak diraih oleh Kabupaten Sikka yakni 7 medali diikuti oleh Nagekeo 4 medali dan TTU, TTS, Sabu, Ende dan Belu masing-masing 3 medeli perunggu.
Ketua Umum IPSI NTT, Messerasi Ataupah, setelah final pencak silat, menyampaikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan pada semua kelas tanding karena ada beberapa teknik dasar yang perlu diperhatikan.
“Dari 15 kelas tanding memang ada satu perguruan yang menonjol dan memang semua sudah mempersiapkan diri dengan baik, namun tetap terus berbenah diri untuk ajang ke depan. Dengan demikian tahun 2024 PON di Aceh kita sudah benar-benar siap. Untuk distribusi medali hampir semua dapat, tapi ada beberapa kabupaten yang sama sekali tidak dapat dan memang harus lebih siap lagi,” tegas Messe.
“Saya minta agar teman-teman bisa menghubungi pencab, karena paling utama memperhatikan teknis-teknis dasar yang tampak terjadi hal yang perlu dibenahi, terutama dalam hal seni maupun kecepatannya masih jauh dari harapan. Pelatnas SEA Games tidak ada lawan dan ini yang saya sayangkan, seharusnya harus berani karena ini ajang untuk mengukur seberapa besar kesiapan kita untuk menghadapi lawan yang sudah nasional,” ungkapnya.







