Para pengurus cabang olah raga juga diimbaunya untuk mulai berpikir tentang olahraga sebagai industri, sehingga mulai mengurangi ketergantungan dukungan dana dari pemerintah.
Untuk pengelola anggaran olahraga dia juga berpesan untuk menggunakannya secara baik dan bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
George yang mengaku sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk olahraga itu menyadari sektor ini memberi kontribusi besar pada peningkatan sumber daya manusia dan regenerasi kaum muda yang sehat dan kuat.
“Kalau Kota Kupang mau jadi kota dengan SDM yang unggul maka harus memberi perhatian serius pada pengembangan olahraga. Mari bangun Kota Kupang jadi kota yang berprestasi,” pungkasnya.
Ketua Harian KONI Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, menjelaskan, pertemuan hari ini juga dalam rangka menyampaikan persiapan menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT yang akan berlangsung pada Oktober 2022 mendatang.
Menurutnya, ada 18 cabang olahraga yang dipastikan ikut serta dalam kontingen Kota Kupang untuk perhelatan tersebut. KONI dan para pengurus cabang olahraga sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Kupang agar bisa berjalan dengan baik dan mendulang prestasi.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli, yang juga menjadi pengurus cabang olahraga Pencak Silat Kota Kupang dan anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat, yang menjadi pengurus cabang olahraga kriket Kota Kupang.
Turut mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang, Maxi Jemy Deerens Didok, S.Pd, M.Si dan Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si. (pkp_ans)







