Adiós, España….

Kons beo5

Malam yang sungguh kelam bagi Spanyol. Adakah yang salah manajemen pemain dan permainan Spanyol? Luis Enrique punya skuad ‘penuh dengan anak-anak muda.’ Dianggap potensial dan masih bertenaga untuk laga sesengit Piala Dunia.

Namun, ada seletingan suara lain. Jangan terlalu ‘yang muda-mudalah.’ Tampilkan juga dua tiga yang ‘tua-tua dan sudah makan garam.’ Tak diboyongnya Sergio Ramos ke Qatar pernah jadi tanda tanya besar. Padahal Ramos itu biasanya ‘banyak gara-garanya. Selalu cari hal. Namun gayanya itu sering bisa menekan mental lawan pula.’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ramos memang tak seuntung Pepe, sobatnya,  di Timnas Portugal. Semalam kontra Swiss, di usianya yang ke 39, Pepe masih bikin gol dengan kepalanya.  Tidakkah keduanya, Ramos dan Pepe itu, pernah tangguh di lini belakang Real Madrid?  Rupanya Pepe dan Ramos beda nasib. Beda keberuntungannya. Fernando Santos tetap melirik Pepe. Mungkin Luis Enrique tak tertarik pada sosok Sergio Ramos.

Namun, adakah ini akibat dari penuhnya pemain-pemain asing yang merumput di La Lega? Barcelona dan Real Madrid dituduh jadi lumbung untuk ‘lebih melirik dan terampilkan pemain-pemaian asing.’ Dan lalu jadilah mereka pemain-pemain hebat dari negaranya. Itu pun yang terjadi di Liga Italia dengan tuduhan serupa.

Di malam penuh duka itu, bisa saja seisi Negeri Spanyol masih bernostalgia  pada Raúl Gonzàlez, Charles Puyol, Xavi Hernandez, serta Andrés Iniesta yang ciptakan gol Juara Dunia 2010 bagi Spanyol kontra Belanda.

Oh iya, semalam ada satu komentar lepas. Seorang teman asal Spanyol bilang sekadarnya, “I musulmani hanno vinto contro i cattolici” (Kaum Muslimin menang lawan orang Katolik). Maroko dianggap wakili dunia Islam dan Spanyol dianggap wakil dari dunia Katolik.

Pos terkait