Menulis: Momen Berbagi Informasi

Foto peluncuran

Eksistensi majalah, buletin dan sebagainya merupakan gerakan kreatif melawan bandang informasi media sosial yang menarasikan berbagai peristiwa secara infantil, terkadang sarat hoaks dan serangan personal yang mengabaikan banyak nilai kehidupan secara intens.

Kehadiran majalah dan buletin di ruang publik serentak menyertakan tanggung jawab sosial untuk menjadikan gagasan sebagai medium pencerahan rasionalitas dan pencerdasan kesadaran. Nilai-nilai ultim ini menjadi “barang mewah” di tengah bandangnya berbagai gelombang media sosial dan media online yang berkelindan dengan media mainstream, buletin dan majalah berkualitas yang tergeser posisinya ke garis pinggir proses pemaknaan hidup. Kondisi ini mendesak setiap kita melibatkan diri dalam memberikan pikiran dan gagasan untuk memperbaikinya, sebisa kemampuan kita.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Gagasan kita, betapa pun sederhana bisa menginspirasi banyak orang untuk berpartisipasi memperbaiki dan mengubah keadaan. Menurut Nelson Mandela, ketika orang yang memiliki pikiran baik bungkam maka jumlah orang bodoh, kejam dan serakah akan bertambah banyak dan ada ruang yang lebih leluasa bagi mereka untuk menghancurkan ruang publik.

Menulis: Titian Partisipasi

Widyamartaya dalam buku Kreatif Mengarang (Kanisius, 1984) menegaskan bahwa manusia adalah makhluk berpikir yang senantiasa dibanjiri ide-ide, gagasan-gagasan, intuisi-intuisi, cita-cita, argumen-argumen, pertanyaan-pertanyaan, kesangsian-kesangsian yang mesti disumbangkan kepada masyarakat luas.

Agama-agama meyakini semua itu sebagai rahmat yang tidak sekadar dipendam dalam benak egoisme tapi mesti dikomunikasikan kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab sosial kemanusiaan. Tanggung jawab tidak diukur dari prestise, jabatan, pangkat dan kekuasaan tapi pengabdian dan pengorbanan dengan kiblat kesejahteraan umum (bonum commune).

Pos terkait