Nyala 1000 Lilin Duka di Nelelamadike

frans sarong lilin di nelelamadike2

Khusus di Adonara, terjangan badai di Nelelamadike dengan korban terbanyak. Di desa itu, korban meninggalnya sebanyak 56 orang, termasuk satu korban terakhir yang baru ditemukan pada hari ke-9, Selasa (13/4/2021). Selain korban jiwa, badai berupa banjir dan tanah longsor di Nelelamadike menimpa sedikitnya 58 rumah. Dari jumlah itu, 30 rumah di antaranya hanyut terkubur longsoran dan 28 lainnya mengalami rusak berat dan rusak ringan.

Korban terbanyak berikutnya di Lembata. Di kabupaten ini korban meninggal sebanyak 46 orang dan 22 lainnya masih hilang. Titik terdampak paling parah terjadi di Amakaka, Kecamatan Ile Ape.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Benih cinta yang terkubur

Dari jejeran warga yang menyalakan lilin dan khususk berdoa Sabtu jelang malam di Nelelamadike, juga hadir seorang pemuda bernama Herry Bolli (27). Sang pemuda adalah warga Lewoblolon, kampung tetangga Nelelamadike. Herry menyalakan lilin di sekitar salib bertuliskan Maria Sabu Ola. Ternyata Maria yang ketika meninggal berusia 24 tahun, adalah kekasih Herry. Kini hanya meninggalkan duka pekat. Maut badai telah sekalian menguburkan benih cinta Herry dan Maria.

Mendengar kekasihnya termasuk korban meninggal di Nelelamadike, Herry yang kini sedang merampungkan kuliah S2 di Undana Kupang, langsung pulang kampung di Lewoblolon. “Saya sangat terpukul dan juga dengan rasa duka sangat mendalam atas bencana yang menimpa Nelelamadike. Apalagi di antara puluhan korban meninggal termasuk kekasih saya, Maria Sabu Ola,” tutur Herry Boli.

“Yang bisa saya lakukan selama di kampung adalah sesering mungkin menyalakan lilin sambil berdoa untuk Maria dan korban meninggal lainnya. Semoga Maria dan korban lainnya sudah bersama keluarga kudus di Surga,” tambah Herry di tepi gundukan kuburan massal itu.

Pos terkait