Nyala 1000 Lilin Duka di Nelelamadike

frans sarong lilin di nelelamadike2

Kisah lanjutan Herry membuat rasa duka bertambah menyayat. Betapa tidak. Maria Sabu Ola yang baru diwisuda S1-nya di Kupang pada Desember 2020, ternyata bukan sembarang gadis. Ia dari keluarga berada dan terpandang di Nelemamadike bahkan Ile Boleng. Kini status sosial unggul itu menjadi kisah yang telah berujung. Maria Sabu Ola bersama 10 anggota keluarga kandungnya sama-sama menjadi korban meninggal akibat badai seroja di Nelelamadike. Selain Maria, mereka di antaranya pasangan Siprianus Sanakian – Julia Prada Wuyo dan Apolonaris Ola Ama. Ketiganya masing masing sebagai bapa-mama dan kakak sulung Maria Sabu Ola. “Dari keluarga kandung Maria, ada dua yang selamat, satu di kampung dan satu lainnya di Kupang,” jelas Herry.

Tentang kisah cintanya dengan Maria Sabu Ola, Herry mengakui berawal dari kenalan baik dengan keluarga almarhumah. Ada rasa enggan bahkan tak berani mengungkapkan gejolak cintanya hanya karena perbedaan status sosial yang lumayan berjarak. Keberanian mengungkapkan benih cintanya mulai tumbuh setelah mendapat sinyal positif dari lingkungan keluarga Maria Sabu Ola. Tali cintanya pun mulai terjalin setelah mendapat respons positif pula dari Maria Sabu Ola. Kini, tali cintanya terputus untuk selamanya setelah maut badai merenggut sang kekasih, Maria Sabu Ola. “Saya sangat mencintai Maria dan niatnya kami akan menikah tahun depan, namun Tuhan berkendak lain,” kenang Herry sambil menunduk sedih.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kuburan massal di Nelelamadike hingga Senin (19/4/2021) malam masih dengan pemandangan sama. Tegakan 1000 lilin melingkari gundukan pusara, terus menyala. Warga yang berkunjung ke kampung itu terus berdatangan. Sebagian di antaranya mengantarkan paket bantuan kemanusiaan, sebagian lainnya khusus datang mewujudkan rasa duka dengan menyalakan lilin di tepi pusara massal.

Pos terkait