Paskah dan Bayaran

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Mana ada para prajurit sekian mesti berkomit serius jalani tugas dan panggilan ‘siap selalu berjaga-jaga.’ Duit datang bicara, habislah segala ‘siap siaga yang mesti diplintar-plintir.’ Para prajurit makam Yesus tak peduli lagi akan suara komandannya. Mereka lebih memilih skenario yang akhirnya gemukan pundi-pundi.

Tetapi, mungkin kah pengaruh bayaran, duit, atau kah demi tebalnya kantong atau gendutnya simpanan, maka Iman Paskah Kebangkitan ‘ditinggalkan atau dicemarkan?’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Apakah demi naiknya rating pembaca dan pendengar di media sosial atau tayangan publik, demi sejumlah nominal bayaran, orang nekat mesti uji nyali bertarung bersuara, beropini, berdebat, walau dengan pengetahuan tipis ala kadarnya demi ‘Dia, Yesus, tidak bangkit?’

Bagaimana pun kisah ‘Dusta Mahkamah Agama’ yang berujung bayaran pada para prajurit itu (Matius 28:11-15), sebenarnya menantangku, di sisi sebaliknya. Maksudnya sederhana:

Jika para prajurit itu dibayar untuk katakan bahwa ‘IA (jenasahNya) dicuri saat mereka tidur, maka apakah aku punya kebesaran hati penuh iman: IA sungguh kuyakini bangkit, dan bahwa karena Derita – Wafat dan KebangkitanNya (misteri Paskah), Ia sendiri telah melunasi segala hutang dosaku? Itulah bayaran imanku dalam Kisah PenebusanNya bernilai keselamatan…

Verbo Dei Amorem Spiranti.
Alleluia

Pos terkait