Oleh Pater Kons Beo SVD
Kawan ku….
Ku ingin bicara lagi setulusnya padamu.
Kali ini tentang tanda-tanda. Yang telah tampak nyata di sekitarku. Dan juga berkenaan dengan sesama-sesamaku.
Umum berkeyakinan bahwa ada yang ‘baru dan berubah. Semuanya ada di jalan kepada kebaikan dan keindahan.’ Itulah tanda bahwa kuasa dan rahmat Tuhan itu hadir dan berkarya.
Tetapi, kenapa kah aku tetap bertahan pada pikiran dan sikapku terhadap sesama dan pada alam lingkungan? Dan aku malah tetap menuntut hal dan tanda-tanda yang lebih besar? Yang sebenarnya hanya ingin memuaskan seleraku?
Entahlah kawan ku…
Ada kah yang kurang, tak jelas, tak memuaskan harapan dari kehadiran, sikap dan perbuatan Yesus? Dan karenanya orang-orang Farisi mencobaiNya dengan meminta tanda dari surga (cf Mrk 8:11)?
Kawan ku…
Pikiranmu menyentakku! Bahwa sungguh rahmat dan kuasa Tuhan telah nampak dan berkarya dalam diri sesama! Dan bahwa sebenarnya akulah yang tetap bertahan pada pikiran dan sikap seperti itu dan terus seperti itu!
Kawan ku…
Tampaknya aku sendiri mesti merasakan dan mengalami bahwa Tanda-Tanda kehadiran Tuhan dalam diriku itu nyata. Namun, aku belumlah menyadari, belum memahami dan tidak menangkapnya…
Aku sungguh butuh rahmat Tuhan dan kerendahan hati di dalam diriku…
Verbo Dei Amorem Spiranti
Amin
- Rohaniwan Katolik, tinggal di Roma







