Proyek jembatan Pancasila Palmerah sendiri sudah melalui serangkaian studi, dan dinyatakan layak untuk dikerjakan.
Ada serangkaian Langkah yang telah dilakukan. Pada tahun 2015 ada perbicangan hangat tentang pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah, yang menghubungkan Pulau Adonara dengan daratan Flores di Kabupaten Flotim, sekaligus pemanfaatan arus laut untuk menghasilkan energi listrik. Itulah sebabnya pada tahun 2016, APBD NTT menyiapkan dana sebesar 1,5 miliar rupiah untuk kegiatan pra studi kelayakan dan pada tahun 2017 dilanjutkan dengan studi kelayakan yang menelan biaya 7,5 miliar rupiah dari APBN.
Atas dasar dua studi di atas, maka PT Tidal Bridge Indonesia sebagai calon investor, mitra pembiayaan PT PLN Persero, telah membuat pra design Jembatan Pancasila Palmerah. Kemudian dilanjutkan dengan studi Amdal Nasional dan Internasional.
Ada syarat yang diminta oleh PT PLN Persero, yaitu agar PT Tidal Bridge Indonesia melakukan studi konektivitas. Revenew atau benefit dari jembatan Pancasila Palmerah ini adalah turbin di badan jembatan yang menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan arus laut. Arus listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh PT PLN Persero sebagai Energi Baru Terbarukan, dengan estimasi potensi energi sebesar 300 MW sampai 400 MW.
Studi koneksitas ini berupa kajian, apakah listrik yang dihasilkan bisa terkoneksi sesuai struktur keamanan dan ketahanan sistem jaringan listrik eksisting milik PLN atau tidak? Untuk lebih meyakinkan, maka ITS juga telah melakukan pengujian teknis sebagai bahan perbandingan akademis terhadap hasil kajian pihak calon investor. Tidal Bridge Indonesia merencanakan akan menginvestasikan dana sebesar 300 juta dollar AS dengan dukungan Bank Pembangunan Belanda.





