“Jangan padamkan Roh” adalah seruan agar kita selalu miliki spirit untuk memenangkan nilai-nilai dalam kehidupan ini. Seruan itu isyaratkan pula adanya perjuangan, keberanian serta pengorbanan untuk meneropong dan melawan segala daya upaya yang melawan kebenaran dan kemuliaan martabat dan nilai kemanusiaan.
Di tengah situasi yang ditandai dengan keburaman hidup, ketakutan, perang kata dan opini antara kebenaran vs pembenaran atas dasar kepalsuan, kobaran Roh mesti tetap bernyala dalam akal budi dan terutama dalam hati. Tak pernah boleh bahwa alam damai dan aura sukacita hidup itu berlalu dan lenyap begitu saja oleh tirani teror, oleh kepicikan akal budi dan kesempitan hati.
Masa Adventus mengarahkan kita akan sukacita yang sejati. Kita tetap menantikannya dengan penuh harapan. Tanpa ditikungi oleh rupa-rupa kecemasan yang merintangi.
Rasul Paulus berdoa bagi jemaat Tesalonika, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”(1Tes 5:23). Mari kita kembali merawat hidup kita untuk menanti penuh gairah akan kedatanganNya. Kita tak pernah terlambat. Tak pernah tanpa harapan!
Kita memang pantas untuk bersukacita!
Verbo Dei Amorem Spiranti.
Tuhan memberkati.
A m i n





