Karena itu, tambah Hugo, dari 309 kecamatan di NTT panitia sayembara di semua kabupaten/kota menerima 6.180 video. Jumlah ini belum terhitung peserta NTT diaspora, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Sayembara ini menjadi momentum bagi kelompok mayoritas yang diam selama ini untuk menyampaikan pendapat, aspirasi bahkan unek-uneknya tentang nasib mereka sendiri dan bagaimana mereka menyikapinya. Inilah demokrasi dalam arti sesungguhnya, yaitu rakyat bicara tentang dirinya, tentang nasibnya dan bagaimana ikhtiar agar nasib itu bisa berubah ke arah yang lebih baik,” tegas Hugo.
Salah seorang anggota tim juri tingkat provinsi, Frans Sarong, juga menyambut gembira banyaknya peserta yang mengirim hasil karyanya.
“Apresiasi yang tinggi buat para peserta yang sudah mengirim hasil karyanya. Banyaknya peserta yang mengirim karyanya ini menunjukkan bahwa Partai Golkar masih dan semakin kuat akarnya hingga ke masyarakat paling bawah,” tegas Frans Sarong yang juga Ketua Bapilu Partai Golkar NTT ini.
Sama seperti Frans, juri lain Tony Kleden juga berpendapat yang sama. “Banyaknya peserta ini tidak cuma mengejutkan dan membanggakan. Lebih dari itu, Covid-19 mampu membangkitkan solidaritas dan soliditas semua elemen masyarakat untuk bersatu melawannya. Pemerintah tentu punya tanggung jawab, tetapi untuk pandemi Covid-19 masyarakat tidak mau tinggal diam. Mereka ingin bersuara menyampaikan pendapat dan gagasannya,” kata Tony yang juga Ketua Divisi Data Sistem Informasi dan Pengembangan Bapilu Golkar NTT.







