KUPANG kabarntt.id—Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, sangat gencar melakukan sosialisasi terkait penanganan stunting di NTT.
Tidak hanya itu, setiap kali melakukan kunjungan kerja ke NTT, Melki selalu membawa makanan tambahan nutrisi untuk balita maupun ibu hamil.
Sejauh ini NTT merupakan provinsi dengan angka stunting tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 37,8 persen dan Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan daerah dengan angka stunting tertinggi di NTT, yaitu sebesar 48.3 persen.
Peduli dengan kondisi ini, Melki Laka Lena terbilang sangat gencar melakukan sosialisasi terkait penanganan stunting di NTT. Teranyar, Rabu (3/8/2022) lalu Melki memberikan kuliah umum tentang “Strategi Penanganan Stunting di Indonesia” di hadapan Civitas Academica Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang.
Turut hadir, Ketua STIKES Maranatha, Stefanus Mendes Kiik, Ketua Pembina Yayasan Maranatha NTT, Samuel Selan, Kepala Lembaga Penjamin Mutu NTT, Servasius Ratu Banin, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Muhammad Saleh Nuwa, para dosen, pegawai tata usaha dan mahasiswa STIKES.
Menurut Melki, permasalahan stunting di Indonesia merupakan permasalahan yang kompleks. Aspeknya sangat luas dan sangat membutuhkan pendekatan multidimensional atau lintas disiplin dari para pakar maupun juga melalui kegiatan mahasiswa di dalam Tridarma Perguruan Tinggi.
“Untuk itu dibutuhkan peran dari Perguruan Tinggi dalam membantu mengatasi permasalahan stunting yang terjadi karena terdapat banyak intelektual dan pakar dari berbagai bidang ilmu yang dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Indonesia khususnya di NTT,” jelas Ketua DPD I Golkar NTT ini.







