Perguruan Tinggi, kata Melki, dapat membantu pemerintah untuk memberikan pendampingan pada keluarga yang berisiko stunting, sehingga ibu dapat melahirkan bayi-bayi yang sehat.
Perguruan tinggi juga dapat membantu memperkuat perencanaan dan penganggaran penanganan stunting, meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan percepatan penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas pemantauan, evaluasi, pelaporan, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Langkah-langkah yang bisa dilakukan melalui kegiatan yang ada dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah KKN Tematik maupun melalui pengabdian masyarakat termasuk bagaimana melakukan coaching, mentoring dan advokasi kepada pemerintah desa dan masalah-masalah yang terkait dengan data,” imbuh Melki. (np)







