Rapat konsolidasi itu juga menghadirkan tim dari dua lembaga survei yang akan kembali memotret seperti apa gambaran lapangan para bacakada-bacawakada yang ingin maju dari Golkar.
Melki mengatakan, hasil survai itu menjadi salah faktor penentu siapa yang bakal mendapat SK dari DPP Partai Golkar. “Survei ini wajib dan mutlak diikuti. Di Golkar tidak mahar politik. Tidak bayar kursi. Tapi calon hanya gotong royong cek elektabilitas kita dengan membayar lembaga survei. Tidak ada karpet merah untuk calon tertentu. Hasil survei pun akan disampaikan apa adanya,” kata Melki Laka Lena.
Siapa yang bakal diusung dan mendapat SK, kata Melki, akan diputuskan setelah survei kedua. “Survei kedua ini akan dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Voxpol. Hasil ini yang digunakan untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bagi para bakal calon. Mudah-mudahan minggu pertama Agustus sudah ada SK dari DPP,” ujar Laka Lena. (den)







