“Jadi memang kita tunggu semua data fiks dan juga pemeriksaan dari pusat. Kriteria relokasi memang dari pusat yang tentukan, namun kami tetap menyiapkan lahan untuk relokasi tersebut,” imbunhya.
Untuk relokasi, lanjut Praing, akan dilakukan di kecamatan masing-masing. “Kami akan siapkan, ada yang sudah fiks dan ada juga yang sementara kami cari. Untuk lahan relokasi sementara kami cari, ada yang sudah ada dan ada yang masih dipertimbangkan,” serunya.
Sementara Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumtim agar berbenah dan segera memfinalkan data kerusakan kepada pemerintah pusat. Dengan demikian bantuan-bantuan dari pusat segera diturunkan ke masyarakat, sehingga masyarakat kembali berbenah dan melakukan aktivitas secara normal lagi.
“Kami tetap mendorong pemerintah daerah agar segera melaporkan data ke pemerintah pusat agar bantuan dari pusat bisa turun secepat mungkin. Kasian masyarakat masih mengungsi karena memang rumah mereka rusak dan tidak bisa ditempati” imbuh Ali, wakil rakyat dari Partai Golkar ini.
Terkait relokasi warga, Ali juga meminta pemkab agar memperhatikan kebutuhan dari warga yang akan direlokasi. Tidak hanya memperhatikan lahan, namun juga pekerjaan sehari-hari mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka yang juga harus lebih diperhatikan.
“Kita berharap bahwa pemerintah tidak sekadar merelokasi masyarakat di tempat yang sudah disediakan, namun memang tetap memperhatikan karakter pekerjaan mereka masing-masing, seperti yang nelayan tetap diberikan tempat sebagai nelayan, petani juga ya harus memberikan lahan untuk bertani dan yang lainnya juga harus seperti itu, agar masyarakat yang direlokasi tidak bermasalah nanti,” tegasnya. (np)







