Politik pilkada, kata Marianus, harus sehat dan bermartabat. Mereka menyatakan sikap menolak kampanye hitam karena kontra produktif. Politik pilkada adalah politik adu gagasan membangun Malaka.
“Siapa pun boleh berpolitik. Harus santun dan paparkan program, bukan menebar hujatan kebencian karena bertolak belakang dengan semangat pilkada. Pilkada ini lima tahun sekali sehingga jangan merusak persaudaraan. Kami siap tularkan semangat positif untuk bangun Malaka lebih baik,” tambah Marianus.
Sementara Roy Tey Seran dalam orasinya menegaskan, pada momen Hari Sumpah Pemuda ini Forum Peduli Perdamaian Malaka (FPPM) menyerukan perdamaian di Malaka.
Dia meminta segala persoalan yang sedang terjadi diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Hukum merupakan panglima tertinggi di negara ini. Kami melawan ketidakadilan dan tetap menjaga kedamaian di Malaka. Tetap komit menjaga keamanan dan kedamaian di bumi Rai Malaka,” kata Roy disambut yel yel rekan-rekannya sambil menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”. (abr)







